Jugaharus diingat bahwa Teori Segitiga Cintaini berlaku untuk segala jenis hubungan: saudara, persahabatan, dan kekasih. Ini adalah cinta ideal yang diimpikan setiap orang. Semua 3 elemensangat seimbang. Bentuk sempurna sama sisi: tingkat kepercayaan yang tinggi + bergairah + dan berkomitmen penuh.
Filmini begitu sedih dan mengharukan, kisah keluarga miskin di India dalam menjalani hidup, anak-anak india yang sering kali menjadi korban penculikan, dan kehidupan keluarga orangtua asuh Film yang menceritakan tentang Bud Fox ini mengambil latar waktu 1980-an dan tempat yang sesuai dengan judulnya, Wall Street com,1999:blog
CERPENCINTA. Antara Sahabat Dan Pacar. Pagi yang cerah dan sayang untuk di lewatkan. Mentari pagi bersinar dengan terangnya. Udara segar pun berhembus. Hari ini hari pertama masuk sekolah semester kedua. Seteleh dua minggu libur puas. Ya, aku rindu sahabatku tercinta. Nazly, Vines, Nadya, dan semuanya.
EngkauKekasih Sahabatku Cerpen Karangan: Nona Nada Damanik Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan. Lolos moderasi pada: 24 June 2013. Malam ini aku hanya duduk terdiam dan terpaku menatap layar handphoneku. Aku sangat gundah dan benar-benar gelisah. Ada sesuatu yang terus menerus melintas dipikiranku.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd.
Cerpen Karangan Alfred PandieKategori Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Cinta Segitiga Lolos moderasi pada 7 July 2013 Malam begitu kelam ditemani hujan yang turun masih menyisahkan rintiknya. Dhea menghapus embun kecil di kaca mobilnya sambil sesekali memandang keluar jalan yang macet. Musik dewa 19 jamannya Ari lasso “Kangen” mengiringi kepergian Dhea bersama keluarganya ke semarang, mereka pindah dari jakarta hari ini, meninggalkan kota kelahiran, teman, sahabat, dan tentunya pacar. Bagi Dhea ini sama saja meninggalkan Dunianya, meski ia tak punya pilihan lain, selain melepaskan pelukan Alfred dan menghilang di gelap malam ini dengan orang tuanya menyusuri jalan kota yang kian redup oleh cahaya malam. Alfred duduk di pinggir jalan seakan tak percaya, apa yang dijalani bersama Dhea selama ini penuh kehangatan, cinta yang membara kini harus berakhir. Jalan demi setapak di lewatinya dengan motor kenangan yang selalu menemani kemana Dhea dan alfred pergi. alasan cinta yang membuat mereka satu, berbagi rasa di setiap kesempatan. Namun kini semua bak langit runtuh, kisah indah itu kini perlahan harus terpisah, Dhea pergi ke semarang, sementara Alfred pulang dengan Basah kuyup sambil memakirkan motornya tanpa sempat mematikan lampunya, berlari ke dalam rumah dan mengunci kamarnya seakan tak ingin di usik, orang tuanya yang sedang menonton sedikit terusik. Dhea tak mengalihkan pandangannya dari langit lewat kaca jendela, ia mengenang masa-masa hangat kala mereka pulang sekolah bersama, ruang kelas yang selalu penuh ledekan mistis yang seakan menghadirkan masa suram nan lucu, Dhea selalu berperan layaknya putri raja yang menggandeng mesra lengan Alfred, yang diikuti tawa dan teriak tawa membahana di kelas. Bagi mereka, Dhea dan Alfred layaknya Putri kodok dan pangeran wiliam, dimana Pangeran Wiliam harus mencium putri kodok untuk membuat Dhea sungguh-sungguh nyata menjadi putri cantik. bagi Dhea, alfred adalah bintang dimana keindahan dan kemesraan mereka ciptakan sendiri. Mama dan papanya tak bisa membujuk Dhea untuk tak menangis lagi. Dhea melipat tangan membiarkan air matanya jatuh berderai dengan sendirinya. Matahari pagi kembali hadirkan hari baru, Alfred duduk di pinggir tempat tidur sambil beberapa kali menelepon Dhea yang dari tadi tak bisa dihubungi sementara lagu Adista “ku tak bisa jauh” terus mengalun dari laptopnya. Sementara Dhea masih tertidur di mobil dengan air liur yang mengering karena dari semalam tak tertidur. “kriiing… kriiing… kriiing” hp Dhea berbunyi. Seminggu berlalu tanpa kehangatan, kehidupan Alfred begitu sepi, tak ada lagi yang mengusiknya walau sekedar mengingatkan untuk makan atau hati-hati di jalan, hal yang biasa Dhea lakukan dalam bentuk perhatian khusus yang tak bisa di beli. hubungannya dengan Dhea melalui telpon dan sms memang masih di lakukan namun tetap saja semuanya terasa hampa. Sebulan kini berlalu berganti 3 bulan, waktu begitu lambat terasa bagi Alfred dan Dhea, bagai ribuan tahun yang dinanti sampai hari itu tiba, sampai tangan tuhan menyatukan mereka lagi dalam peraduan cinta yang berkelok-kelok seperti puncak bogor. minuman, judi, merok*k coba di lakukan Alfred untuk mengisi kesunyiannya. sementara Dhea kini mulai jatuh hati pada Avans teman fb yang diam-diam menaruh harapan pada Dhea dalam bentuk kado yang terselip di setiap rayuan gembelnya, Dhea perlahan menyisipkan satu bait puisi dihatinya untuk Avans seseorang yang kini mulai di kaguminya, perlahan namun pasti Dhea menyukai Sosok Avans yang selalu bertingkah lucu dan menghibur kala hatinya sepi oleh keadaannya kini. Avans kini ada di hati Dhea, menemani hari-hari Dhea walau cuma lewat telepon. hubungan mereka di pisahkan jarak dan pulau yang membentang, cuma dengar suara dan rindu lewat udara namun itulah cinta, seperti gula dimana ada semut disitu ada sarangnya semut, *nah lho. cut… cut… muke lo kaya kanc*t. Ada semut pasti ada gula kali ah, Alfred merintih sendiri dalam keheningan, sementara ia kesepian oleh hatinya yang tak bisa diobati sejak kepergian Dhea, di tambah Dhea yang tak ingin menyakiti Alfred dengan polos tanpa berdosa menelepon alfred cuma ingin memamerkan Avans pada Alfred. Alfred benar-benar tak mengerti. kenapa mereka harus berpisah sementara hatinya telah terpaut pada Dhea, bidadari yang selalu ada dihatinya Avans dan Dhea saling gombal dan bermesraan di rumah masing-masing lewat hp. Bulan yang tersenyum dengan jenaka temani mereka setiap detik, setiap saat. Kehangatan itu perlahan mulai hilang oleh kesibukan Kedua belah pihak. Dhea sibuk gigitin kuku sementara Avans sibuk dengan kuliahnya, dimana tugas menumpuk berjejer seperti ikan asin. untuk memikirkan tugas kuliah saja repot apalagi Dhea, lambat laun mulai terungkap. Jelas Dhea mulai bosan dan kesepian, di saat seperti ini ia teringat pada Alfred seseorang yang ia cintai terbungkus rapi dihatinya, lalu Dhea mencoba untuk mengerti keadaannya. ia ingin mengusik Alfred namun enggan. sementara hatinya terus tersiksa oleh Avans yang selalu sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Di setiap kesempatan Dhea selalu menatap foto di hp, melihat kemesraannya dengan Alfred dulu. atau sekedar melirik Fb Alfred yang penuh dengan status galau untuk Dhea wanita yang sangat di cintainya. Senja kini berganti malam, dua tahun berlalu, Avans dan Dhea ternyata tak jodoh, Dengan Berat hati di ulang tahunnya ke-22 Avans memutuskan hubungan mereka. hati Dhea semakin terluka dalam, Avans ternyata sudah mempunyai jodoh dari orang tuanya dan menjadikan Dhea sebagai pelampiasan. Betapa hancurnya hati Dhea setelah sekian lama menjalani semua kisah dalam dusta. hari-hari Dhea terasa hampa kini. sakit hatinya pada mahkluk yang namanya. pria. LeLaki. atau apalah sebutannya. yang pasti keadaan yang terlalu membuatnya percaya pada pria, sehingga ia selalu disakiti. Keadaan Dhea semakin terjatuh, tak ada semangat hidup. Hari ini keluarga Dhea kembali lagi ke kota kelahirannya jakarta, walau sekedar melepas rindu, setelah sekian lama tak jumpa. Alfred sekarang menjalani kisah cinta dengan Thania sahabatnya yang berubah jadi cinta. Perlahan Alfred membuka hatinya untuk Thania yang selalu menghiburnya sejak Masa-masa sulitnya sejak Dhea pergi. Dhea telah pulang ke jakarta yang telah banyak berubah. BBM yang naik menambah perubahan, makin banyaknya anak jalanan, macet yang berlebihan dan tentu saja asap dimana-mana akibat banyaknya mobil yang beroperasi di dukung pula gedung tinggi dimana-mana, pandangan Dhea teralihkan oleh Dua insan yang sedang bermesraan di motor di tengah macet. Dhea turun dan meyakinkan batinnya kalo itu motornya Alfred. “Alfred…?” Kata Dhea seakan tak percaya ternyata tuhan mempertemukan mereka kembali setelah dua tahun berlalu Banyak yang berubah pada Dhea begitu juga Alfred. Dhea terlihat lebih dewasa bertambah cantik, sementara Alfred, kumis tipis dan jenggot tipis itu seakan merubah wajahnya sepenuhnya. Tatap mata itu kian beradu di tengah keramaian. Alfred ingin sekali mendekap kuat tubuh Dhea yang telah lama di rindukannya. sementara Thania yang tak paham mulai terusik. “sayang.. itu siapa?” Thania bertanya penuh curiga Tak ada jawaban selain waktu yang tersirat lewat tatapan nakal Dhea dan Alfred. Perlahan Dhea memutar arah dan berlari ke dalam mobilnya. saat bunyi klakson mobil kian beradu, saat Alfred menjawab pertanyaan Thania. “oh.. ia.. ini teman SMA ku..!” kata-kata yang tak mungkin bisa di lupakan Dhea dalam tidur malamnya. Hujan turun di malam dingin ini begitu deras, angin sepoi-sepoi melambai menari, Alfred masih duduk terdiam sambil memandang foto Album kenangannya bersama Dhea, sosok yang hadirkan banyak cerita untuknya. Ia masih tak percaya Dhea kini pulang kembali ke jakarta setelah Dua tahun berlalu. dimana cintanya kini tercuri oleh Thania yang selalu menemani masa-masa sulitnya, apalagi beberapa bulan lagi ia dan Thania akan menikah. sementara hatinya telah terpaut oleh Kehadirah Dhea sejak dulu. Alfred melangkah dan meraih gelas kaca dengan gambar dirinya dan Dhea, di dalam Gelas ada sebuah kalung Liontin berwarna putih yang indah, Alfred meraih dan membuka foto didalamnya. Foto Dhea tersenyum dengan Jenaka. Dhea masih duduk di meja belajarnya sambil sesekali merobek dan mengucek kertas buku di hadapan, itu adalah Diary pemberian Alfred sewaktu SMA. Dhea menangis sedih. hatinya teriris perih. dihatinya masih jelas tergores nama Alfred. sementara Ia tahu keadaannya sekarang tak bisa di kembalikan seperti Dua tahun lalu sebelum ia pergi meninggalkan cintanya yang terlanjur indah. Dhea meraih foto usang di atas meja samping tempat tidurnya, foto Alfred dalam bingkai yahg berdebu karena tak tersentuh. Dhea melemparnya berhamburan di atas lantai. Dhea takut sekali memikirkan saat seperti ini. Thania masih memikirkan siapa wanita yang di temuinya, tak mungkin itu teman Alfred, jika tatapan mereka kian lama beradu dalam peraduan yang panjang. ia meraih jaket dan meraih kunci mobilnya Alfred meraih motornya dan berlalu mengelilingi kota jakarta dimana pernah ada kisah. cerita indahnya bersama Dhea Dulu. Di sebuah danau yang masih terlihat jernih. pinggir danau beraspal dan dipagari pohon kelapa sawit dan memang sengaja di gunakan oleh mereka untuk pacaran. sambil menikmati hidangan khas kota jakarta yang berjejer sepanjang pinggir danau. Alfred tahu disini adalah kenangannya dulu dengan Dhea, saat Lebaran tiba dan kembang api menghias di langit, Alfred duduk disini sambil memeluk erat tubuh Dhea sambil menatap malam yang berkelip oleh bintang bercampur kembang api. Langkah Alfred terhenti, saat di antara orang yang berdiri disana, ada satu wanita yang sepertinya tak asing lagi untuknya. dari pakaiannya. Wanita itu membelakanginya sehinga ia mendekat perlahan, memastikan ini bukan mimpi. Orang yang dikira Dhea ternyata Thania, Alfred tanpa permisi berdiri di samping Thania. “indah sekali ya? Malam ini… sayang? Kata Alfred tanpa memandang Thania” Thania tersentak dan mengalihkan pandangannya pada suara di sampingnya. “Alfred…! Eemh ia indah sekali ya? Masa itu, aku dengar Wanita itu adalah Dhea, mantan pacarmu?” Thania berkata sambil menatap bintang yang perlahan mulai redup oleh awan gelap. Mereka terdiam, seperti keheningan yang tak ingin pergi. “Dihatiku memang terlanjur terpaut nama Itu. tapi.. tapi kita akan menikah bulan Depan.. dua tahun aku menunggu Dhea…? Dua tahun aku menunggu wanita itu dan ia tak pernah kembali, sampai kau hadir dalam kehidupanku. Thania..” Thania langsung memeluk Alfred dan merebahkan kepalanya di pundak Alfred. membuat mereka terdiam untuk beberapa saat lamanya. “lupakan Dhea Alfred. jangan karena Dhea pernikahan kita gagal. atau memang kamu sangat mencintainya melebihi diriku” Thania menangis lepas. Di belakang mereka, Dhea telah berdiri sambil menjatuhkan bunga di tangan. “ternyata kalian disini..! sudah ku duga, baru seminggu aku pulang.. dan.. dan.. kalian berpelukan.. terlambatkah aku pulang, terlambatkah aku mencintaimu” Dhea tak bisa menahan tangisnya lagi. melihat Alfred dengan Thania berpelukan. Rasa yang tak bisa di pendamnya, Dhea seakan terusik, di raihnya jaket dan kunci mobilnya melaju ke rumah Alfred. Semangatnya hilang saat Ayah Alfred mengatakan. “Alfred pergi entah kemana. coba dihubungi” dan sesuai fellingnya disini, tempat yang juga menjadi kenangannya bersama Alfred, sekarang jelas kenyataanya jika apa yang dilihatnya tak salah. Alfred dan Thania perlahan melepas pelukannya sambil menatap Dhea dengan Air mata yang membanjiri pipinya. “sebulan lagi kita akan menikah Dhea. Sebulan lagi… Ternyata tuhan tak ingin kita satu atau kamu yang terlalu lama jauh, Jauh sekali..! Aku tak mengerti kenapa harus seperti ini. “ini… ini… ini bisa dijelaskan… ini tidak seperti yang kamu lihat…! Aku bisa jelaskan” Alfred mulai takut karena cintanya, “jelasin apa lagi. Apa aku tak salah liat kalian berpelukan, cukup fred.. cukup kau sakiti.. aku. Memang kau tak pernah mencintaiku. “Dhea menangis dan berlalu di gelap malam. sambil menampar Alfred dan melempar bunga ke wajah Alfred. Setiap mata mengalihkan pandangan pada mereka. Alfred terlihat seperti orang bodoh. Ia berlari menerobos keramaian dan mengejar Dhea, terlambat..! Sebuah mini bus yang melaju kencang, menghantam tubuh Dhea yang berlari sebelum ia sempat masuk ke mobilnya. Sebuah ambulance berlalu membawa tubuh Dhea. Sementara Thania Dan Alfred mengikuti dari belakang dengan motor. Matahari kembali hadirkan sinarnya. hari baru untuk Dhea yang terbaring lemah di rumah sakit. Sementara orang tua Dhea mulai menyalahkan Alfred. Dhea sangat merasa bersalah, kehadirannya di kota jakarta justru menghancurkan pernikahan Alfred sebentar lagi. Jika memilih rasanya ia tak ingin kembali lagi di kota dimana ia di besarkan, di perkenalkan pada cinta. Dua minggu berlalu, Keadaan Dhea mulai pulih, namun wajahnya, pipi kanannya hancur akibat bergesekan dengan Aspal. Sementara minggu depan Thania akan menikah, ini membuat Dhea malu untuk keluar dari rumah sakit, sementara Undangan pernikahan Alfred dan Thania telah di sebar. membuatnya tak selera bangun dari tidurnya. Dhea merapikan pakaiannya. Dan berjalan tertunduk karena wajahnya yang rusak, di sepanjang lorong koridor yang di lewati, telah berdiri beberapa orang dengan bunga mawar dan pakaian rapi sekali. Dhea tak berani menatap mereka, langkahnya semakin di percepat. Namun langkahnya terhenti saat di depannya Thania telah berdiri sambil melipat tangan, “mau apa kamu!. belum puas melihatku seperti ini?” Dhea mencoba memutar arah, namun di belakangnya orang telah beriringan berjalan dengan bunga di tangan. Thania berjalan pelan ke arah Dhea dengan penuh nafsu, Dhea masih menunduk karena malu, sementara Thania tersenyum dan menyeringai. “kalau kamu berani pergi dan menghianatinya lagi. aku tak akan mengalah lagi.. aku benar akan memukulmu?. Aku sadar di dunia ini tuhan telah menetapkan tulang rusuk kita masing-masing, dan cinta tak mungkin bisa di paksakan. Aku mengalah bukan berarti aku kalah tapi aku mencoba mengerti cinta sejati hanya bisa di buktikan lewat perbuatan bukan kata, sejak kau kritis Alfred tak bisa lepas dari sampingmu, hanya kamu yang tahu alasannya?” “apa maksudmu Thania? Dhea mulai tak mengerti” “Tiiik” Thania menjentikan jarinya. suara musik Dewa 19 jaman Ari lasso “AKU MILIK MU” mengalun lewat speaker rumah sakit. Dari kerumunan orang banyak, Alfred keluar dengan pakaian rapi dan memegang bunga mawar yang terikat liontin. “Aku mencintaimu. jika kamu berikan sekali lagi mata kita bertemu, akan ku lukis senyummu, ku gores dengan warna terbaik.. mau kah kamu menikah denganku minggu depan?” Alfred bersujud menantikan Uluran tangan Dhea. Mereka terdiam diikuti lagu yang berhenti. Dhea mengangkat wajahhya yang tak menarik lagi, “tapi wajahku…? Telah…” suara Dhea terhenti Alfred menempelkan telunjuknya ke bibir Dhea dan mencium lembut bibir Dhea membuat Dhea sedikit terkejut. “Aku mencintaimu seutuhnya, bukan tubuhmu tapi hatimu. Sepenuhnya” kata Alfred di kuping Dhea. “oh Alfred aku mencintaimu” kata Dhea tanpa malu mengangkat wajahnya. Di depannya Thania menghapus air matanya. Di ikuti teputangan semua orang yang hadir sambil melemparkan bunga ke udara. Alfred pun menikah dengan Dhea, sementara Avans yang dijodohkan, ternyata wanita itu adalah Thania. lucu memang cinta. Tapi sadarilah cinta tak harus saling memiliki karena apapun alasannya. Bukan rayuan yang bicara tapi hati, kurangilah ego dan tambah cinta setiap hari TAMAT Cerpen Karangan Alfred Pandie Facebook alfredpandie[-at-] lahir dan di besarkan dari keluarga lebay .harapan terbesarnya ketemu sama orang tua. Ya untuk saat ini. bertemu dengan juli di jakarta, Cerpen Antara Aku Dan Bekas Pacarmu merupakan cerita pendek karangan Alfred Pandie, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Pengkhianat Oleh Ineke Yulia Margareta Hmmmm, pagi yang indah mentari pagi mulai menyinari indahnya dunia ini, kulihat semua orang bersemangat awali hari yang indah ini. Setiap hari adalah hari baru bagiku dengan semangat dan Kita dan Hujan Oleh Tiar Khairatul Ku kumpulkan segala rasa pada ujung jemari Tak memberikan celah sedikitpun untuk membuang rasa yang tak pernah ku mengerti Walau dirimu hanya bayang semu dalam setiap mimpiku Hujan yang Senja Di Negeri Tirai Bambu Part 1 Oleh Eunike Fany Febriliany Masih kutatap ribuan butir salju yang turun di sore ini. Natal yang ke dua kali aku ada di Beijing. Aku memang bukan asli Beijing. Aku di sini hanya untuk Jika Oleh Vid Aulia “Kamu sebenarnya cuma menghargai perasaan kita aja. Menghargai perasaan kamu. Menghargai perasaan aku. Kamu menghargai kenangan kamu waktu kecil. Kamu cuma menghargai usaha kamu. Pencarian kamu. Segalanya. Kamu cuma Penantian Oleh Ulfah Rahmadiyanti Aku tak boleh lagi memikirkannya, apalagi sampai merindukannya!, aku tau ini kesalahan terbesarku, terlalu mencintai sesorang yang aku pun tak tahu bagaimana untuk tidak dapat mencintainya lagi. Tapi sekarang, “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?†"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Syahida InayatullahKategori Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 17 March 2014 Di hari minggu Syila, Azmi, Nufi, Zain, Jihan dan Iran seperti biasanya keenam sahabat itu berkumpul, mereka tidak pernah bermain di hari-hari sekolah karena itu waktunya untuk belajar. Mereka hanya bermain di hari minggu. Pada hari minggu itu mereka pergi ke taman bungan di Bandung, disana mereka bermain-main dengan bahagia, dan tiba-tiba Farel mantannya Ilma yang lagi suka dengan Syila datang. “hay semuanya” sapa Farel kepada teman-temannya. “hallo! Mau apa kamu kesini?” jawab Azmi dengan kesal karena iya suka dengan Syila “eh, Azmi kok gitu sih? Dia kan datang baik-baik” kata Syila yang juga suka dengan Farel “iya, aku cuman mau ngomong sesuatu kok sama Syila” kata Farel “ada apa rel?” jawab Syila “Syila, mau gak kamu jadi pacar aku?” “aku… mau rel” jawab Syila dengan muka memerah “cieee” kata sahabat Syila serentak “ih!” Azmi kesal dan pergi “loh Azmi mau kemana?” kata Nufi. Dan mereka semua pulang jalan kaki, sedangkan Syila diantar motor oleh Farel. Keesokan harinya di sekolah, Syila tidak seperti biasanya, mulai dari tidak menyapa teman-temannya, tidak menanyakan tentang pr yang kemarin, dan ia pun setelah nyimpan tas langsung pergi ke kelasnya Farel tanpa izin kepada teman-temannya, sahabatnya pun mulai kesal dengan sikap Syila yang sangat berubah semenjak jadi pacarnya Farel. Saat diperhatiin, ternyata Syila suka ikut Farel ke tempat-tempat yang dipakai oleh anak-anak nakal, iya dibonceng dengan motor dengan kecepatan yang sangat cepat. Pada saat sahabat-sahabatnya mengintip apa yang dilakukan Syila, dengan kebetulan Farel sedang menawarkan Rok*k kepada Syila, serentak sahabatnya berteriak kepada Syila. “Jangan mau Syila! itu berbahaya!” sahabat-sahabat Syila berteriak sangat keras sehingga mengagetkan Syila dan Farel “Teman-teman, ngapain kalian kesini?” Syila sedikit membentak “semenjak kamu pacaran dengan farel, kamu berubah Syila!” jawab Azmi “heh! Bilang aja kamu cemburu!” jawab Farel “udah udah! lagian aku gak akan nerima rok*k dari kamu Farel!” jawab Syila “ya sudahlah ayo kita pergi dari sini!” ajak Farel kepada Syila “hey! Awas kalau kamu bawa motornya ngebut!” kata Jihan kepada Farel “Udah deh gak usah ngurusin kita!” kata Syila membentak sahabatnya sendiri Farel membawa motor dengan sangat kencang, tiba-tiba motornya menabrak sebuah pohon dan terguling, Farel dan Syila pun dibawa ke rumah sakit, Farel mengalami luka bakar karena terkena knalpot, sedangkan Siyla membutuhkan donoran darah. Ketika sahabat Siyla tau bahwa Siyla kecelakaan, mereka langsung pergi ke rumah sakit tempat Siyla dirawat. “Syila!!” serentak mereka memanggil Syila “Kalian? ada apa kalian kesini? Bukannya kalian benci denganku?” jawab Syila “Syila, kami rindu padamu, dan kami khawatir padamu, apa yang terjadi padamu?” Tanya Azmi “Sahabatku, aku telah mengalami kecelakaan, dan sekarang aku butuh donoran darah, tapi aku tidak tau bisa mendapatkan itu dari mana” kata Syila sambil menangis “tenanglah, kami akan membantumu dengan cepat” kata Nufi menenangkan Syila “tapi kalian bisa dapat darah dari mana?” kata Syila “sudahlah lebih baik kamu istirahat saja” jawab Zafir “terimakasih temanku” kata Syila perlahan memejamkan mata Semua sahabatnya bingung siapa yang mau mendonorkan darahnya untuk Syila. Akhirnya mereka dapat ide dan memutuskan untuk mengecek darah masing-masing, dan sepakat bila ada darah yang cocok harus mendonorkan darahnya untuk Syila. Tidak disangka suatu hari Syila mendapatkan donoran darah, dia tidak tau siapa yang telah mendonorkan darahnya, saat mendapat informasi dari suster, bahwa yang mendonorkan darah kepada dia sedang berbaring di kamar nomor 11. Karena tidak jauh dari kamarnya, ia langsung beranjak dan pergi dari ranjangnya menuju kamar 11. Tidak disangka ia mendapatkan seorang lelaki sedang berbaring lemas, dan ternyata dia adalah Azmi yang selama ini jatuh ccinta kepada Syila. Syila pun menghampiri Azmi. “Azmi? apakah kau yang mendonorkan darah kepadaku?” tanya Syila “iya Syila, dia yang mendonorkan darah untukmu!” jawab Firda yang tiba-tiba masuk “ini juga berkat sahabatmu yang lain Syila” kata Azmi “Terimakasih ya teman-teman telah menolongku ternyata sahabat itu lebih baik daripada pacar” kata Syila, Mereka pun bergenggaman tangan, Syila memutuskan Farel dan jadian dengan Azmi.. === THE END === Cerpen Karangan Syahida Inayatullah Facebook Syahida Inayatullah Cerpen Antara Sahabat dan Pacar merupakan cerita pendek karangan Syahida Inayatullah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bersama Kita Menuju Surga Oleh Wafiq Azizah Annisa R. Ayu terdiam. Angin sore itu berhembus dengan lembut membuat dedaunan pohon di sekitar taman pondok bergoyang-goyang sehingga, siapapun yang merasakannya akan langsung ingin terlelap. Ayu yang sedang duduk di Getaran Jari Oleh Ymir Cafe dekat stasiun adalah dimana ku berjanji bertemu dengan salah satu teman dekatku. Ketika ku datang ku melihatnya dengan secangkir kopi. Setelah membeli macchiato, ku duduk berseberangan dengan dirinya. Goodbye My Life Oleh Diva Adelia Syabani Hari itu adalah hari pertamaku bersekolah di sd hinamoto. Bisa disebut sebagai hari pertamaku karena aku baru pindah dari sekolah lamaku. Di pagi hari, aku sedang bersiap siap untuk Mengenang Sebuah Mimpi Oleh Rahmi Semalam aku bermimpi. Dan kuanggap itu mimpi indah. Mimpi namun terasa nyata. 7 tahun lalu, aku mengenal seorang gadis. Berwajah indo, bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Kita Aku, Kamu dan Dia Oleh Tertieny “Jangan Cuma bisa berani di depan aja dong, ndry. Buktiin kalau kamu bisa ngomong itu ke Reni.” Itulah kata Doni yang selalu muncul di pikirannya Andry. Andry sudah meyukai “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Nafiza NajwatiKategori Cerpen Cinta Segitiga Lolos moderasi pada 15 October 2015 Zerlina, Figaz dan Icha. Mereka adalah 3 serangkai yang sulit untuk dipisahkan. Zerlina yang akrab dipanggil zee itu orangnya cantik, feminim, kadang-kadang baik tapi kadang-kadang juga nyebelin banget. Kalau aku kata temen-temen itu orangnya manis, pendiem, dan lain lain. Kalau Icha itu orangnya cantik banget, kadang-kadang nyebelin tapi juga asyik. Kita menjalin persahabatan dari mulai aku kelas 6 SD, aku sekelas sama Icha, tapi kalau zee itu sudah kelas 1 SMP. Kita kalau kemana-mana selalu bertiga. Kita tuh kayak nggak bisa dipisahkan. Satu tahun pun berlalu aku sudah menempuh UN selama 3 hari, dan aku menempuh libur yang sangat panjang. Beberapa hari pun berlalu kelasku yang dulu akan mengadakan study tour untuk perpisahan kelas 6, yang ikutan study tour sih bukan cuma anak kelas 6 tapi anak kelas 5 pun juga boleh ikut. Study tour pun telah tiba, aku duduk sebangku sama Icha. “cha duduk sini aja sama aku” kataku kepada Icha. “oke, kita duduk berdua” jawab Icha. Perjalanan pun telah berlalu, di pinggir kananku duduklah seorang laki laki. Namanya itu Bagas. “Figaz?” sapanya kepadaku, “iya, apa Bagas?” jawabku, “aku boleh minta nomor HP kamu nggak?” mintanya. “boleh-boleh aja,” kataku. “mana?” tanyanya. “nih,” jawabku memberikan nomor. Akhirnya tempat tujuan pun suah sampai. Aku di situ asyik foto-foto sama sahabatku Icha dan Bagas. Saking asyiknya kita sampai ketinggalan temen-teman yang lain. Satu tempat wisata pun berlalu, aku dan teman temanku naik bus untuk menuju tempat wisata berikutnya. Sesampai di situ kita asyik jalan-jalan dan bercanda tawa. “ehh.. lihat itu!” Icha tiba-tiba teriak. “ada apa sih?” kataku. “itu lihat ada pemandangan yang sangat indah” kata Icha. “uhh.. iya, ayo kita ke situ” ajak Bagas. “ayo..” jawabku dan Icha kompak. Dua jam pun berlalu aku dan teman-teman memasuki bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang seru seru bermain kita pun cape dan melenjutkan untuk perjalanan pulang. Di bus banyak anak-anak yang tidur, tapi aku dan Bagas tidak tidur. Di tengah perjalanan aku berbincang-bincang dengan Bagas. Dan di saat malam itu aku mulai ada rasa sama Bagas, nggak nyangka padahal kita kan sahabatan. “fig?” panggilnya. “apa??” kataku. “kamu jujur ya, kamu sekarang lagi suka sama siapa??” tanyanya. “emm.. nggak tahu nih. Kita kan masih kecil jangan mengenal tentang cinta dulu” kataku. “hehehe…” dia hanya tersenyum. Sampailah di rumah, hari itu aku sangat seneng banget. Sebenarnya Bagas itu Adik kelas aku. Tapi kenapa aku bisa suka sama adik kelas? kata temen sekelasnya Bagas, Bagas itu suka sama aku sejak dulu, tapi dia memendamnya. Empat puluh dua hari pun berlalu dan di hari itu Bagas menyatakan cinta padaku. “Figaz?” tanyanya melalui sms. “apa Bagas?” jawabku. “aku mau ngomong sesuatu nih, tapi kamu jangan marah ya!” katanya. “iya” kataku. “sebenarnya aku tuh sayang sama kamu, kamu mau nggak jadi pacarku” katanya. “emm.. kita kan masih sahabatan..” jawabku. “kalau kamu nggak mau nggak apa-apa kok” katanya. “em gimana ya? ya udah aku mau” kataku. “beneran??” katanya. “iya bener,” jawabku. Dua bulan pun berlalu. Hari ini adalah hari jadiku yang ke Dua bulan. Aku dan Icha lagi asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba Icha ngomong padaku. “fig kamu tahu nggak kalau sebenarnya Bagas itu play boy” katanya. “emm.. nggak mungkin Bagas kayak gitu” jawabku. “mending kamu itu putus aja sama Bagas” suruhnya ngotot. “emang kenapa?” tanyaku. Icha diam saja tidak menjawab pertanyaanku. Keesokan harinya Hana main ke rumahku dia bilang padaku. “fig kamu tahu nggak kalau sebenarnya itu Icha dan Zerlina suka sama Bagas?” kata Hana. “apa.. mereka berdua suka sama Bagas?” jawabku kaget. “iya” kata Hana. “kenapa sih han kamu kok nggak bilang dari kemarin-kemarin, kan aku jadi nggak enak sama mereka berdua!” kataku kepada Hana. “aku juga baru tahu soal hal itu tadi kok” jawab Hana. Keesokan harinya aku main ke rumah Icha, Icha tiba-tiba meminjam HP-ku. “fig aku boleh pinjam HP kamu” pintanya. “boleh.. nih” jawabku. Tiba-tiba Icha nulis sesuatu, tapi aku nggak tahu, sayang untuk yang terakhir kalinya, aku ingin kita putus ternyata cha nulis itu dan kirimkan ke Bagas. “udah nih HP kamu” kata Icha. “oh.. iya” jawabku. Lalu aku ulang ke rumah, sesampai di rumah ada pesan dari Bagas. “kenapa? kenapa kamu minta putus?” isi pesan dari Bagas. “Loh kok Bagas sms aku kayak gitu sih?” kataku dalam hati. Lalu aku membuka pesan terkirim yang tadi dikirim oeh Icha. Ternyata Icha meminta putus sama Bagas dan mengaku-ngaku menjadi diriku. Aku nggak nyangka kalau Icha kayak gitu. Padahal Icha itu sahabat yang aku banggakan, tapi kok malah gitu ya sama aku. Sekarang aku bingung mau ngomong sama Bagas apa. Aku harus milih antara sahabat dan pacar. Kalau aku milih sahabat berarti hubunganku dan Bagas dihentikan, tapi kalau aku milih pacar aku udah nggak sahabatan lagi sama Icha dan zee. Walaupun masih cinta monyet. Selesai Cerpen Karangan Nafiza Najwati Facebook Nafiz Nafizha Nama Nafiz Nafizha Kelas 7 Idola JKT48 Umur 13th Cerpen Sahabat Atau Pacar merupakan cerita pendek karangan Nafiza Najwati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Di Antara Dua Cinta Part 1 Oleh Marlinawati Tak terasa sore menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini sangat jernih sama seperti kemarin sobat, senyum dan Pengkhianatan Cinta Oleh Maitsa Zhulaikha “Maafkan Aku.” Hanya itu kata yang terus kau ucapkan dari bibirmu, kata itu tidak bisa membuat hilang rasa sakitku. Seketika dadaku terasa sakit, kenanganku bersamamu masih terlintas dalam benakku. Kau Memilih Dia Oleh Bintang Erdinda Aku membawa beberapa buku dan sempat menghitungnya sebelum semuanya terjatuh. Brakkk! “Maaf aku tidak sengaja,” ucap seorang lelaki yang barusan menabrakku. Dan dia seketika tersadar bahwa aku yang ia Risalah Hati Part 3 Oleh Fina Septiani 13 November 2015, Mt. Cikuray, 2821 MDPL PM Aku dan kawan-kawan dari komunitas Lidi Rimba mendaki puncak Cikuray. 2821 MDPL aku tempuh dengan kawan-kawan komunitas Lidi Rimba. Diperjalanan Sama Sama Suka Oleh Indah Ayyu Phutry Nama ku erika cerita itu diawali saat aku naik ke kelas 3 smp waktu aku pertama masuk ke kelas baruku. Aku duduk bersama sahabat dekat ku sebut saja dia “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen cinta segitiga antara sahabat dan pacar